Publisitas
Menurut Lesly (dalam Iriantara dan A. Yani Surachman, 2008: 190), publisitas adalah penyebaran pesan yang direncanakan dan dilakukan untuk mencapai tujuan lewat media tertentu dari organisasi dan perorangan tanpa pembayaran tertentu pada media. Sementara menurut Cutlip dan Center (dalam Iriantara dan A. Yani Surachman, 2008: 190), publisitas adalah penyebaran informasi secara sistematis tentang lembaga atau perorangan.
Publisitas merupakan salah satu teknik yang biasa digunakan dalam public relations (PR) sehingga fungsi publisitas pun pada dasarnya merupakan fungsi PR, yaitu menjaga citra positif, menangani publisitas negatif, dan meningkatkan efektivitas unsur-unsur dalam bauran promosi (promotion mix).
Cyber Public Relations
Cyber Public Relations kini sudah semakin dikenal. Bidang PR ini sangat terkait dengan perkembangan teknologi komunikasi mutakhir (terutama munculnya media online atau internet) (Ardianto, 2009: 150).
Penggunaan Internet oleh para profesional merupakan cikal-bakal dari perkembangan teknologi Internet. Pemakaian Internet sangatlah efektif, terutama pada masa krisis komunikasi, mengidentifikasi masalah, manajemen, dan komunikasi interaktif. Kegunaan lainnya adalah untuk pembuat newsletter (terbitan berkala) elektronik, pengiriman pesan kepada khalayak sasaran, dan aplikasi Internet dan web one to one dalam kegiatan marketing dan komunikasi (Holtz dalam Ardianto, 2009: 150).
Kini, dunia PR memasuki masa keemasan karena teknologi Internet ini telah membawa praktisi mampu mencapai publik sasaran secara langsung tanpa intervensi dari pihak-pihak lain, seperti redaksi atau wartawan di media massa, yang biasanya bertindak sebagai penjaga gawang pesan komunikasi, dan melakukan penyensoran terhadap pesan informasi PR bagi khalayak (publik) (Ardianto, 2009: 151).
Public Relations
Dalam buku Effective Public Relations, Scott M. Cutlip, Aleen H. Center, dan Glen M. Broom (dalam Ardianto, 2009: 3) menuliskan salah satu definisi public relations, yaitu fungsi manajemen yang menilai sikap publik, mengidentifikasi kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur dari individu atau organisasi atas dasar kepentingan publik dan melaksanakan rencana kerja untuk memperoleh pengertian dan pengakuan publik.
Sementara John E. Marston mendefinisikan public relations sebagai kegiatan komunikasi persuasif dan terencana yang didesain untuk mempengaruhi publik yang signifikan (Kriyantono, 2008: 4).
Cutlip & Center (dalam Kriyantono, 2008: 22) menyebut fungsi public relations sebagai berikut:
- Menunjang kegiatan manajemen dan mencapai tujuan organisasi.
- Menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan menyebarkan informasi dari perusahaan kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada perusahaan.
- Melayani publik dan memberikan nasihat kepada pimpinan perusahaan untuk kepentingan umum.
- Membina hubungan secara harmonis antara perusahaan dan publik, baik internal maupun eksternal.
Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran merupakan aplikasi komunikasi yang ditujukan untuk membantu kegiatan pemasaran sebuah perusahaan. Aplikasi tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai bentuk media yang digunakan, daya tarik pesan, dan frekuensi penyajian. Penerapan komunikasi bisnis sangat penting, khususnya dalam menyampaikan pesan-pesan komunikasi yang dihadapkan pada berbagai persoalan, seperti: perbedaan persepsi, perbedaan budaya, dan keterbatasan media yang digunakan (Soemanagara, 2008: 4).
Komunikasi pemasaran dapat juga dinyatakan sebagai kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada konsumen dan pelanggan dengan menggunakan sejumlah media dan berbagai saluran yang dapat dipergunakan dengan harapan terjadinya tiga tahapan perubahan, yaitu perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan tindakan yang dikehendaki (Soemanagara, 2008: 4).
Marketing Public Relations
Konsep Marketing Public Relations (MPR) diperkenalkan oleh Thomas L. Haris dalam buku The Marketer’s Guide to Public Relations. Menurut Haris, Marketing Public Relations bekerja karena ia memberi nilai tambah pada produk melalui kemampuannya yang unik dalam memberikan kredibilitas pada pesan produk (Kriyantono, 2008: 58).
MPR didefinisikan sebagai sebuah proses perencanaan, eksekusi, dan evaluasi program-program yang mendorong atau menganjurkan pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi yang kredibel dalam menyampaikan informasi dan menciptakan impresi yang mengidentifikasi perusahaan dan produknya dengan kebutuhan, keinginan, perhatian, dan kepentingan konsumen. Dengan demikian, upaya menjual produk jangan hanya berdasarkan profit-oriented, tetapi juga consumer’s oriented (Kriyantono, 2008: 58).
Di saat efektivitas iklan di media massa dirasa makin menurun, belakangan pemasar lebih memalingkan perhatiannya kepada MPR. Mereka menyadari bahwa MPR sangat efektif dalam membangun awareness dan brand knowledge, baik untuk produk lama maupun baru. MPR juga sangat efektif untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat dan menjangkau kelompok atau etnis tertentu. MPR juga lebih efektif dari segi biaya ketimbang iklan (Sulaksana, 2007: 129).





Recent Comments