Fauzan Belajar puasa

Nana Berpuasa

Fauzan, seorang bocah berumur lima tahun sangat menyukai buku bacaan. Orang tuanya selalu memperhatikan setiap buku yang dia konsumsi. Suatu kali, ketika bulan puasa tiba, Fauzan membaca sebuah buku cerita yang temanya tentang puasa, berjudul Nana Berpuasa. Tentu sang ibu turut mendampingi putranya ketika sang putra sedang membaca.

Ketika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ternyata Fauzan dapat menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam bacaan tersebut. Dengan maksud tidak hendak berpromosi, saya ingin mengisahkan cerita dari ibunya Fauzan tentang puasa si anak semata wayangnya. Meski baru berusia 5 tahun, ibunya mulai mengajarkan Fauzan untuk berpuasa. Saat ini, Fauzan baru sanggup menjalankan puasa setengah hari. Dan berbuka pada waktu zhuhur. Kemudian, diteruskan lagi sampai magrib. Mungkin seperti kita dahulu ketika masih kecil, kita melakukan tahapan puasa seperti yang Fauzan lakukan. Dari sejak dini, anak memang harus diajarkan berpuasa, sehingga ketika sudah baligh, si anak sudah dapat melakukan puasa sebagai kewajiban seorang muslim yang merupakan rukun Islam ketiga.

Namun, ada hal yang dapat kita cerna di sini. Ketika mulai waktu zhuhur, Fauzan tidak serta merta langsung berbuka puasa. Meski hanya sekadar air minum yang tinggal dia ambil di dalam lemari es, dia tidak akan meminumnya sebelum diketahui ibunya. Dia merasa harus meminta izin pada sang ibu untuk minum ataupun makan. Kalau dipikir, jika jam 10 pagi dia sudah merasa lapar, mungkin dengan mudahnya dia dapat mengambil makanan atau minuman yang tersedia. Toh, di rumah tidak ada yang melihatnya. Ayahnya bekerja. Neneknya sedang di kamar. Ibunya juga sedang bekerja. Namun, Fauzan tetap jujur pada dirinya sendiri. Menurut sang ibu, Fauzan tahu bahwa meski tidak ada yang melihat, tapi Allah Maha Melihat setiap apa yang dilakukan hamba-Nya. Fauzan rupanya mencoba mencontohkan apa yang dilakukan tokoh Nana ketika Nana merasakan lapar dan haus saat berpuasa. Di rumah tidak ada orang, tapi Nana tidak ingin mengambil makanan atau minuman. Nana sadar meski tidak ada yang melihat, tapi Allah Maha Melihat. Dan, Nana melakukan ibadah puasa hanya karena Allah.

Apa yang dapat kita petik dari kejadian di atas?

Kita semakin memahami bahwa efek media begitu besar. Kita ketahui, bahwa media dapat memberikan efek secara psikologi, baik kognitif, konatif, maupun behaviour. Dan, saya pikir, kejadian Fauzan tadi sudah sampai ke efek behaviour. Dia tidak hanya sekadar berpikir ataupun paham. Namun, dia sudah sampai melakukan suatu tindakan seperti yang dilakukan si tokoh dalam cerita tersebut.

Banyak penelitian mengenai efek media yang telah dilakukan oleh para ilmuwan. Bukti-bukti dari hasil penelitian tersebut semestinya menjadikan kita semakin sadar akan pengaruh media yang demikian besar. Orang tua dan guru hendaklah mawas diri dalam mengawasi anak-anak ketika mereka mengonsumsi media. Jika yang mereka konsumsi baik (dalam arti muatan nilai yang disampaikan positif) tentu dapat menjadi pelajaran berharga bagi mereka—seperti kejadian tentang Fauzan yang dapat kita petik hikmahnya. Lalu, bagaimana jika yang mereka konsumsi kurang baik bagi perkembangan jiwa mereka? Tentu hal ini sangat riskan, bukan?

Sebagai pelaku media, baik penerbit, editor, maupun penulis, menjadi kewajiban moral bagi kita—sebagai bagian dari tanggung jawab media terhadap masyarakat—untuk selalu berupaya menyuguhkan media-media yang baik bagi anak. Dengan menyadari bahwa pembentukan moral dapat dilakukan lewat media, tentu kita semakin mawas diri ketika menggarap suatu produk media yang ditujukan untuk anak-anak.

Hal yang dapat menjadi renungan kita adalah segala sesuatu yang kita lakukan—tulisan kita, ucapan kita, sesuatu yang kita buat—itu semua pasti akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah swt.. Dan, adalah sebuah sikap terpuji—bahkan bernilai pahala manakala apa yang kita lakukan dapat berarti baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Wallahu `alam bishawwab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s