Model Pilihan Audiens (an integrated model of audience choice)

Dalam model ini, dijelaskan dari dua sisi, yaitu dari sisi audiens dan dari sisi media. Jika dijelaskan secara terpisah, kedua sisi ini tidak saling bergantung, namun menghasilkan suatu proses yang kontinue dari orientasi dan suatu putusan yang timbal balik. Bentuk model ini dipengaruhi oleh model Webster dan Wakshlag (1983) (dalam McQuail, 2000: 391) yang mencoba menjelaskan pilihan pemirsa televisi dalam cara yang serupa. Dalam model ini dimaksudkan, secara prinsip, diterapkan ke semua media massa, tidak hanya televisi. Berikut penjelasan faktor dari dua sisi tersebut. 

Faktor dari sisi audiens

  1. latar belakang sosial, khususnya yang merefleksikan kelas sosial, pendidikan, agama, budaya, lingkungan politik dan keluarga dan daerah atau lokasi tempat tinggal.
  2. atribut personal, yaitu umur, gender, posisi keluarga, situasi belajar dan tempat bekerja, pendapatan, juga gaya hidup. Ada pula indikasi yang memperlihatkan bahwa perbedaan personality mungkin saja berperan (Finn, 1997).
  3. media-related needs. Kebutuhan-lebutuhan ini sangat luas dan tergantung pada latar belakang dan kondisi personal.
  4. selera dan pilihan personal untuk genre tertentu, format atau item spesifik dari konten.
  5. kebiasaan secara umum dari penggunaan media di waktu senggang dan dan ketersediaan waktu dari audiens tersebut. Selama media digunakan dalam berbagai kesempatan, ketersediaan waktu juga mengarah pada kondisi tempat yang tepat untuk menggunakan media, misalnya di rumah, di kereta, selama mengendarai, dan lain sebagainya. Ketersediaan juga mengarah pada potensi ekonomi sebagai audiens, contohnya kemampuan dan keinginan untuk membayar tiket bioskop atau kaset musik.
  6. kesadaran dalam memilih dan jumlah serta jenis dari informasi yang dimiliki juga memainkan peran dalam formasi audiens. Audiens yang aktif dapat diperkirakan merencanakan sendiri penggunaan media yang sesuai bagi mereka.
  7. konteks spesifik dari penggunaan. variasi ini menurut mediumnya, tapi secara umum mengarah kepada keadaan sosial dan lokasi dari penggunaan. apakah seseorang menggunakan suatu media itu sendirian atau bersama dengan teman, keluarga, dan lainnya. Dimana media tersebut digunakan (apakah di rumah, di tempat kerja, dalam perjalanan, di bioskop, dan sebagainya) dapat juga memengaruhi karakter dari pengalaman dalam kaitan dengan proses membuat suatu pilihan.

Faktor dari sisi media

  1. sistem media. Kesukaan dan pilihan dipengaruhi oleh sistem media (jumlah, jangkauan, dan tipe dari media yang tersedia) yang dibangun (secara nasional) dan oleh karakteristik khusus dari berbagai saluran media.
  2. struktur dari kelengkapan atau ketersediaan media. Ini mengacu pada pola umum apakah media menyediakan atau memberi kepada masyarakat apa yang diharapkan oleh mereka (masyarakat).
  3. Ketersediaan konten. Format spesifik dan genre yang ditawarkan kepada audiens yang potensial dalam waktu dan tempat tertentu.
  4. Publisitas media. Ini termasuk periklanan dan pembangunan imej oleh media untuk kepentingan mereka sendiri dalam kegiatan pemasaran untuk berbagai produk media mereka.
  5. Waktu dan kehadiran. Seleksi dan penggunaan media juga dipengaruhi oleh strategi khusus dari waktu, jadwal, tempat atau desain isi dari pesan media sesuai dengan strategi kompetisi mendapatkan audiens.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s