Pentingnya menjadi melek media bagi anak

Pihak sekolah merupakan institusi yang berkompeten dalam meningkatkan melek media di kalangan anak didiknya. Mereka perlu memberi pengarahan tentang melek media dan upaya-upaya yang mendorong anak menjadi melek media. Terutama konten yang baik dan berguna bagi mereka sebagai pelajar. Hal ini agar tidak terjadi kesenjangan informasi dan juga membentuk kesadaran yang tinggi kepada anak-anak didik dalam melakukan pilihan yang bijak saat mengonsumsi media. Jika seorang anak memiliki kemudahan dalam mendapatkan buku, fasilitas buku yang memadai, dan memiliki minat baca yang tinggi, apakah sudah dapat dipastikan memiliki pengetahuan yang luas pula? Rasanya belum tentu menjamin karena tergantung dengan konten buku yang dipilihnya. Contoh yang penulis temukan pada informan anak, misalnya Widya dan Arif. Widya sangat gemar membaca. Dia juga mudah mendapatkan buku yang diinginkannya. Begitu juga dengan Arif. Tapi, perbedaan keduanya adalah pada pilihan bukunya. Widya sangat suka membaca komik, sedangkan Arif membaca buku nonfiksi. Tentu, kita sendiri dapat membedakan buku mana yang kandungan informasi dan pengetahuannya lebih tinggi.

Menjadi sadar akan pentingnya keseimbangan atau pengelolaan media “diet” seseorang — membantu anak dan keluarganya membuat pilihan yang sehat (healthy choice) dan mengatur waktu yang digunakan untuk TV, film, games, dan media lain adalah salah satu pendekatan dari melek media (media literacy) yang dinyatakan oleh Elizabeth Thoman, dari Center for Media Literacy di Kanada. (Zulkarimein dalam Waktu Belajar, Hemat Energi, dan Melek Media. Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/ 0805/05/0802.htm). Dan, untuk membangun perspektif yang kuat dari media (buku), kuncinya adalah membangun struktur pengetahuan yang bagus. Untuk membangun struktur pengetahuan yang bagus, kita memerlukan alat dan materi dasar. Alatnya adalah keahlian kita dan bahan dasarnya adalah informasi yang berasal dari media dan dari dunia nyata. Dan dua hal ini harus seimbang. (Potter (2001): 5). Hal inilah yang perlu dibangun pada anak didik terkait dengan melek media. Proses menjadi melek media adalah proses yang berkelanjutan dan harus terus-menerus diasah karena perlu pengalaman, keahlian, dan kedewasaan dari seorang anak. Dan, di sekolahlah tempat yang baik dan sangat memungkinkan untuk meningkatkan kesadaran bermedia dan menjadi melek media karena dapat diaplikasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s