Buku apa yang mereka baca?

Penulis mewawancara beberapa anak usia kelas 5 dan 6 terkait dengan buku-buku yang mereka baca di keseharian mereka. Ada beberapa poin yang dapat dirangkum dari hasil wawancara ini, di antaranya.

  1. pada anak-anak yang kondisi ekonomi orang tuanya baik, tentu tidak ada kendala dalam hal ketersediaan buku bacaan. Mereka dengan mudah meminta buku-buku yang mereka suka. Di samping itu, orang tua dengan mudah membelikan apa yang menurut mereka baik untuk dibaca anak-anaknya. Anak-anak usia kelas 5 dan 6 sudah dapat memilih sendiri bacaan yang disukainya, meski beberapa di antaranya tetap diawasi orang tua mereka. Di sini, ada 2 hal yang bisa kita amati terkait dengan bacaan yang dipilih, yaitu bacaan dari hasil pilihan anak dan bacaan dari hasil pilihan orang tua.
  2. susunan keluarga juga memberikan pilihan buku pada anak. Komposisi anak pertama, menjadikan dia mengikuti bahan bacaan apa yang orang tua sediakan. Seperti halnya Faiq, Hafiz, dan Maudinah, sebagai anak pertama, dari kecil mereka sudah diberikan buku-buku ensiklopedi. Bahkan, sampai saat ini pun mereka tetap menyukai buku ensiklopedi. Sementara jika posisi anak sebagai adik, si adik bisa mengikuti apa yang dibaca oleh kakaknya. Seperti halnya dengan Noval, dia membaca buku-buku milik kakaknya. Apalagi jika di rumahnya hanya ada koleksi-koleksi kakaknya itu. Jadi, tidak ada pilihan lain bagi Noval untuk membaca buku milik sang kakak pada saat dirinya ingin membaca. Ditambah lagi, dia sendiri punya ketertarikan suatu bidang yang sama dengan kakaknya, yaitu tentang kajian agama.
  3. terkait dengan minat anak pada bidang tertentu. Faiq, Hafiz, dan Arif menyukai bacaan yang kontennya berat. Mereka menyukai ensiklopedi dan hal-hal yang berkaitan dengan sains. Hal ini sesuai dengan minat mereka yang baik pada pelajaran sains. Begitu juga dengan Noval, dia menyukai materi tentang agama. Oleh karenanya, saat waktu senggang, dia membaca buku-buku tentang agama milik kakaknya.
  4. pengaruh dari media lain. Misalnya, tayangan televisi film kartun Doraemon yang juga memiliki versi komiknya yang dijual di toko buku. Ketika anak menyukai film tersebut, apalagi jika berkesan bagi anak, dia juga akan mengonsumsi versi komiknya. Seperti halnya yang dilakukan Widya yang menyukai komik Doraemon, atau Nabila yang membaca buku komik detektif.
  5. kemampuan membaca yang baik. Hal ini dapat ditunjukkan oleh Mariam. Dia mengaku memiliki kemampuan membaca yang cepat, sehingga dia cenderung memilih bacaan novel yang hanya berisi teks dengan halaman yang tebal. Dia merasakan keasyikan tersendiri ketika membaca novel tebal.
  6. komponen dalam sebuah buku, di antaranya teks, gambar, tabel, grafik, garis. Arif dan Hafiz menyukai bacaan yang ‘berat’, namun mereka menginginkan dalam kemasan yang tidak kaku. Hafiz mengaku menyukai buku ensiklopedi yang bergambar atau bertabel. Alasannya, dia merasa terbantu untuk dapat mengerti makna teks dari penjelasan gambar atau tabel yang termuat di buku tersebut. Begitu juga dengan Widya yang menyukai komik karena banyak gambarnya. Anak-anak usia kelas 5 dan 6 pun ternyata tetap menyukai buku-buku yang bergambar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s