Si penyuka bacaan buku pelajaran: bagaimana kondisinya?

Membaca buku pelajaran adalah keharusan setiap anak sekolah karena bagian dari kegiatan belajar. Namun pada kenyataannya, tidak semua anak menyukai untuk membaca buku-buku pelajaran. Berarti ada ‘keterpaksaan sebagai sebuah kewajiban’ dalam melakukan aktivitas membaca buku pelajaran. Banyak di antara anak yang penulis jadikan informan mengaku membaca buku pelajaran hanya pada saat akan menghadapi ujian.

Meski fenomenanya seperti itu, ternyata di antara mereka tetap ada anak-anak yang hanya menyukai membaca buku-buku pelajaran. Biasanya, mereka memahami akan pentingnya kegiatan belajar. Selain itu, orang tua sangat mengawasi bacaan sang anak. Seperti halnya Pungki dan Anggita yang dilarang untuk membaca selain buku pelajaran oleh ibunya. Terutama bahan bacaan yang hanya bersifat hiburan, sang ibu menganggap bahan bacaan tersebut tidak penting dan dapat mengganggu waktu belajar.


Biasanya, anak-anak yang menyukai untuk membaca buku pelajaran dengan sepenuh hati, mereka juga menyukai bacaan lain yang kontennya cenderung ‘berat’. Seperti halnya Anggita dan Pungki, mereka juga menyukai buku-buku nonfiksi. Hal ini juga ditunjukkan oleh Arif dan Hafiz. Selain memiliki kesadaran sendiri akan pentingnya belajar dan memiliki minat baca yang tinggi, dalam kesehariannya, mereka selalu mendapatkan pengawasan dari para orang tuanya terhadap bahan bacaan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s