Konsep Priming

Bryant and Thompson membagi konsep priming dalam 2 perspektif. Pertama, priming terjadi pada saat seseorang membaca atau menonton suatu cerita pada media yang mengaktifkan pikiran atau perasaan yang telah tersimpan di dalam benak pikiran sebelumnya karena pengaruh pembelajaran dan pengalaman di masa lampau. Kedua, priming diartikan sebagai terpaan media yang memengaruhi perilaku seseorang sehingga melakukan tindakan yang tidak diinginkan, misalnya meniru tindak kriminal. (Bryant Jennings and Susan Thompson, 2002).

 

McLeod, Kosicki, dan McLeod memberikan pengertian kunci dari priming. Mereka mengatakan bahwa penggunaan media, terpaan terus-menerus pada isi tertentu dari media akan mengaktifkan suatu konsep yang dalam kurun waktu tertentu akan menambah probabilitas bahwa konsep itu serta pikiran ingatan (memori) yang berhubungan dengannya akan hadir kembali dalam benak seseorang pada saat diperlukan di kemudian hari (J. Bryant and D. Zillman (Eds). 2002).

 

Menurut L. Berkowits, efek priming terjadi bila pengaktifan suatu pikiran, gagasan, atau ide dapat mengaktifkan pikiran, gagasan atau ide lain yang berhubungan. Contoh, bila kita melihat film kartun dengan seorang karakter memukul seorang anak yang tak berdaya dengan sebuah palu, maka hal ini dapat memengaruhi kita untuk (secara tak sadar) melakukan tindakan yang sama (Straubhaar dan LaRose, 2002).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s