Konsep Framing

James Tankard mendefinisikan framing media sebagai pusat organisasi ide untuk isi berita yang menghasilkan konteks dan usulan apa isu yang melalui kegunaan seleksi, emphasis, exclusion, and elaboration. Keempat kata tersebut mengusulkan bahwa media tidak hanya menyeting agenda untuk isu-isu apa, kejadian-kejadian, tapi mereka juga mentransfer atribusi khusus yang menonjol dari suatu objek yang menarik (Em Griffin, 2003).

 

Dalam suatu penulisan berita surat kabar, para wartawan atau penulis berita memiliki peran strategis dalam mengemas, merangkai, dan membingkai suatu cerita atau dalam menonjolkan suatu fakta dalam berita, yang dikenal sebagai framing. (Straubhaar dan LaRose. 2002) mengatakan bahwa penulis menentukan apa yang hendak ditampilkan dalam pemandangan, bingkai atau cerita, dan apa saja yang tidak perlu dimasukkan di dalamnya. Intinya adalah pembentukan konteks cerita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s